Tuesday, 20 April 2021

Uji Chi Squared

assamuikum teman kali ini saya akan menjelaskan tentang Uji Chi Squared 

 salah satu dari uji non parametrik. Postingan kali ini membahas mengenai uji chi-square. Sedikit berbeda dengan sebelumnya, Saya  mencoba memulai dengan contoh agar lebih mudah dipahami.

Contoh uji chi square : Sebuah dadu setimbang dilempar sekali 120 kali,di peroleh data sebagai berikut.sisi 1 = 20, sisi 2 = 22, sisi 3 = 17, sisi 4 = 18, sisi 5 = 19 dan sisi 6 = 24. Dari hasil tersebut kita ingin lihat apakah hasi lemparan tersebut masuk akal. maksud dari masuk akal peluang muncul ke enam sisi tersebut sama 120/6 = 20. jadi, kita pengen tahu apakah lemparan itu masuk akal.

Contoh di atas merupakan salah satu contoh penggunaan uji chi-square. pertanyaannya pasti kenapa? disini kita melakukan observasi (melempar dadu) sebanyak 120 kali. terus kita ingin membuktikan secara ilmiah apakah hasil observasi sesuai dengan perkiraan (Harapan) yaitu peluang muncul ke enam sisi sama.
Intinya membandingkan hasil obesravasi dengan harapan yang seharusnya.

Kesimpulannya Uji chi-square merupakan pengujian hipotesis tentang perbandingan antara frekuensi sampel yang benar-benar terjadi (selanjutnya disebut dengan frekuensi observasi – O) dengan frekuensi harapan yang didasarkan pada hipotesis tertentu pada setiap kasus atau data (selanjutnya disebut dengan frekuensi harapan – E).

Setelah kita mengetahui bagaimana uji chi square, sekarang kita perlu mengetahui distribusi dari uji chi square. distribusi chi square ini lah yang digunakan dalam uji ini. sehingga yang menentukan apakah ada perbedaaan atau tidak ya distribu chi squared. Distribusi khi-kuadrat yang kita gunakan sebagai uji statistik mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  1. Nilai Khi-kuadrat tidak pernah negatif, karena selisih dari frekuensi pengamatan dan frekuensi harapan dikuadratkan.
  2. Ketajaman dari distribusi khi-kuadrat tidak tergantung pada ukuran sampel tetapi tergantung pada banyaknya kategori yang digunakan.
  3. Distribusi khi-kuadrat bersifat menceng kanan (nilai positif), semakin meningkat jumlah derajat bebas maka semakin mendekati distribusi normal.
  1. Hitung nilai X2 dengan rumus Σ(Oi-Ei)2/Ei.
  2. Tetapkan harga db=k-1.
  3. Dengan melihat tabel Chi squared, tetapkan probabilitas yang dikaitkan dengan terjadinya suatu harga yang sebesar nilai X2 hitungan untuk harga db yang bersangkutan. Jika nilai ini sama atau kurang dari α, H0 ditolak.

Uji Chi Square dapat digunakan untuk menguji :


  1. Uji X2 untuk Bentuk Distribusi (Goodness of Fit)
    UJI KECOCOKAN (goodness of fit), membandingkan antara Frekuensi Observasi dengan Frekuensi Teoretis /Harapan. Apakah Frekuensi hasil Observasi menyimpang dari Frekuensi Harapan. Jika nilai (chi square) kecil, berarti kedua frekuensi tersebut sangat dekat, mengarah pada penerimaan kepada hipotesa nol ( Ho).
  2. Uji X2 untuk Independensi
    UJI INDEPENDENSI : Menguji apakah ada atau tidak ada hubungan antara dua kategori suatu hasil observasi dari suatu populasu dnegan kategori populasi lainnya. Uji independensi disebut juga analisis tabel kontingensi
  3. Uji X2 untuk Perbedaan
    Uji chi squared untuk perbedaan: Bentuk hipotesis (Ho) yang digunakan dalam hal ini adalah: “tidak terdapat perbedaan dari keadaan atau peristiwa dari kelompok sampel yang satu dengan kelompok sampel yang lain”. Sedangkan untuk Ha adalah: “terdapat perbedaan dari keadaan atau peristiwa dari kelompok sampel yang satu dengan kelompok sampel yang lain”.

4 Fungsi CMD pada Komputer yang Jarang Diketahui

CMD atau Command Prompt merupakan tool command line interface di Windows yang memungkinkan kamu untuk menjalankan berbagai perintah dalam bentuk teks. Dengan menggunakan CMD kamu seakan bisa mengakses semua struktur komputer hanya dengan menulis suatu perintah berupa teks. 

Cakupan Cmd Bahkan Lebih Luas Daripada Windows Explorer. Apalagi Dengan Menggunakan Fitur Cmd Banyak Orang-Orang Yang Tak Bertanggung Jawab Memanfaatkannya Untuk Melakukan Peretasan.

Bagi Orang-Orang Yang Sudah Terbisa Menggunakannya Tentu Akan Sangat Bermanfaat, Namun Mungkin Sebagian Orang Tidak Begitu Mengerti Bagaimana Cara Memanfaatkannya Pada Komputer.

Fungsi Cmd Sangatlah Luas Walau Penampilannya Terlihat Sederhana. Cara Menggunakannya Pun Sebenarnya Tidak Begitu Sulit. Kamu Hanya Perlu Mengetikkan Cmd Di Kolom Pencarian Start Menu, Lalu Klik Kanan Comand Prompt Dan Pilih Run As Administrator.

1.     Mengecek Status Aktivasi Windows dan Menutup Aplikasi Secara Paksa


Melakukan pengecekan status aktivasi windows

Fungsi CMD yang pertama adalah untuk melakukan pengecekan status aktivasi windows. Bisa dikatakan pengguna windows saat ini sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.

Namun banyak juga para pengguna windows yang belum melakukan aktivasi akunnya. Kamu bisa mengecek status windows yang kamu gunakan sudah di aktivasi atau belum dengan CMD atau Command Prompt ini.

Menutup Aplikasi Secara Paksa

Fungsi CMD selanjutnya adalah dapat menutup aplikasi secara paksa. Tak selamanya suatu aplikasi membuat kamu merasa enjoy ketika sedang memainkannya. Bisa saja hal ini juga terjadi ketika kamu ingin mematikannya akan tetapi mengalami kesulitan sehingga perlu dilakukan dengan cara paksa.

Didalam komputer, biasanya terdapat suatu pemberitahuan not responding yang menunjukkan bahwa aplikasi tersebut sudah tak lagi bekerja sebagaimana mestinya.

Command prompt sendiri memiliki fungsi untuk mengatasi masalah ini dengan cara menghentikan aplikasi yang kamu inginkan. Bersama dengan fungsi dari task manager, Command Prompt atau CMD menjadi sebuah cara yang paling tepat untuk menghentikan program atau suatu aplikasi dengan cara paksa.

2.     Memeriksa Kondisi Hardisk dan Menyembunyikan File


Memeriksa Kondisi Hardisk

Memeriksa kondisi harddisk merupakan salah satu fungsi CMD yang tak kalah penting. Terkadang ada suatu kekhawatiran didalam diri apakah harddisk yang dimiliki kondisinya terbebas dari bad sector ataukah tidak.

Jadi untuk memastikan kondisinya dalam kondisi normal saja, Kamu bisa melakukan suatu pengecekan pada harddisk dengan memanfaatkan fungsi CMD atau command prompt ini. Karena itu Kamu perlu menguasai suatu perintah didalam command prompt yang berupa wmic diskdrive get status.

Menyembunyikan Suatu File

Fungsi CMD berikutnya adalah dapat menyembunyikan suatu file. Seberapapun file yang Kamu punya baik besar atau kecil kapasitasnya sangat penting bagi Kamu untuk melakukan tata kelola suatu file.

Perlu bagi Kamu untuk mengelola, menyimpan dan juga menyembunyikan file yang Kamu punya di komputer Kamu.  Jika yang Kamu inginkan untuk menyembunyikan suatu file misalkan, maka yang Kamu harus cari adalah perintah CMD atau command prompt.

Command prompt ini dapat menjadi sebuah solusi untuk membuat file yang semula dapat Kamu lihat dan juga Kamu akses sehingga menjadi tidak lagi dapat dilihat dan tidak lagi dapat diakses oleh pengguna yang lain. kamu bisa menyembunyikan sebuah file dengan mengetik sebagai berikut di CMD attrib + s + h E:/CAPCOM.

3.     Mematikan Komputer dan Memeriksa Baterai Laptop


Mematikan Komputer

Selain itu, fungsi CMD juga bisa dimanfaatkan untuk mematikan komputer dengan lebih cepat. Jika biasanya Kamu mematikan komputer dengan cara klik start menu kemudian klik turn off computer atau shut down sekarang Kamu bisa coba dengan cara yang berbeda dengan memanfaatkan command prompt.

Memang cara ini masih terdengar asing akan tetapi ampuh mematikan atau hanya bisa dilakukan dengan teknik restart computer secara normal. Jika Kamu tertarik untuk mencobanya syarat wajibnya yaitu dengan koneksi jaringan.

Memeriksa Baterai Laptop

Memeriksa baterai laptop masih layak digunakan atau tidak juga merupakan fungsi CMD. Jika kamu tidak ingin bersusah-payah dalam mengecek ketahanan, baterai dan lain sebagainya secara gampang command prompt atau CMD bisa menjadi solusi yang kamu cari.

Yang kamu perlukan disini yaitu mengetahui perintah pengecekannya seperti powercfg energy. Dengan cara yang begitu sederhana ini, kamu dapat mengetahui apakah baterai laptop kamu masih layak untuk kamu gunakan atau sudah tidak layak.

Menjadikan Laptop Sebagai Wi-Fi

Salah satu fungsi penting laptop yaitu sebagai Wi-Fi. Cara ini memang tak terpikirkan sebelumnya, terlebih bila kamu hanya memiliki pengetahuan pas-pasan di bidang IT.

Padahal biasanya laptop merupakan penerima Wi-Fi, sekarang kamu bisa menjadikannya sebagai sumber Wi-Fi. Hal ini berkaitan dengan salah satu fungsi CMD pada laptop yang mampu memancarkan Wi-Fi tanpa tambahan software.

4. Cek Ping Internet



Kalau sudah mengecek ping router, kamu bisa cek ping jaringan internet yang digunakan. Tentu saja ini berhubungan dengan jaringan apa yang kamu pilih. Caranya pun mudah.

Buka command prompt dengan menekan logo Windows + R. Kemudian ketik cmd dalam kolom yang tersedia di Run. Jika sudah, ketik ping 8.8.8.8 -t lalu tekan enter. Kenapa 8.8.8.8? Itu merupakan DNS Google yang bisa dipakai untuk mengecek koneksi internet. Kamu juga bisa menggunakan alamat situs, seperti ping google.co.id -t.











Tuesday, 13 April 2021

Perancangan Database

assmulaikum teman2 kali Saya akan membahas TENTANG Perancangan Database. pasti kali tau kan database apa itu dan sekarang saya akan membahas tentang Perancangan Database.

Pendahuluan

Pada tulisan ini akan dibahas tahap-tahap dalam perancangan database. Pada database yang digunakan oleh single user atau only some user saja, perancangan database tidak sulit.Tetapi jika ukuran database yang sedang atau perancangan database akan menjadi sangat kompleks. Oleh karena itu para pemakai mengharapkan penggunaan database yang sedemikian rupa sehingga sistem harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan seluruh pengguna tersebut. Tentunya agar kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat terlayani dengan baik maka harus dilakukan perancangan database yang baik pula, aktifitas-aktifitas apa saja yang dilakukan pada tahap tersebut.

2. Tujuan Perancangan  Database

  • Untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan  pengguna  secara khusus dan aplikasi - aplikasinya.
  • Memudahkan pengertian struktur informasi.
  • Mendukung kebutuhan-kebutuhan-kebutuhan dan beberapa objek penampilan ( waktu responswaktu yang tepat , dan  ruang penyimpanan ).

Proses Perancangan  Database

Proses perancangan  database terdiri  dari 6 tahap:

  • Tahap 1, Pengumpulan data dan analisis
  • Tahap 2, Perancangan database secara konseptual
  • Tahap 3, Pemilihan DBMS
  • Tahap 4, Perancangan  database  secara logika ( pemetaan model data )
  • Tahap 5, Perancangan  database  secara fisik
  • Tahap 6, Implementasi Sistem  Database

Secara khusus proses perancangan berisi 2 aktifitas paralel:

  1. Aktifitas yang melibatkan perancangan dari isi data dan struktur  database ,
  2. Aktifitas mengenai perancangan  database  dan aplikasi-aplikasi perangkat lunak.

Pihak lain, kitd biasanya menentukan perancangan aplikasi-Aplikasi  Database  DENGAN   SKEMA database SKEMA yang ditentukan ditentukan selama aktifitas yang pertama.

6 tahapan diatas tadi tidak harus berurutan. Pada tahap ke 1 merupakan kumpulan informasi yang berhubungan dengan penggunaan database. Tahap 6 merupakan implementasi  database -nya.

Tahap 1 dan 6 kadang-kadang bukan merupakan bagian dari perancangan  database . Sedangkan yang merupakan inti dari proses perancangan  database  adalah pada tahap 2, 4, 5.

Tahap 1 - Pengumpulan data dan analisa

Merupakan suatu tahap dimana kita melakukan proses indentifikasi dan analisa 


  • kebutuhan-kebutuhan data dan ini disebut data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem  database , kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan didasarkan pada sistem  database , termasuk para  pengguna  yang ada dan para  pengguna yang baru beserta aplikasi-aplikasinya. Kebutuhan-kebutuhan dari para  pengguna  dan aplikasi-aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisis. Berikut ini adalah aktifitas-aktifitas-aktifitas data dan analisa:

1.      Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya

2.      Peninjauan dokumentasi yang ada

3.      Analisa lingkungan operasi dan data

4.      Daftar pertanyaan dan wawancara

  • Tahap 2, Perancangan  database  secara konseptual
    Pada tahap ini akan dihasilkan  skema konseptual  untuk  database  yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Sering menggunakan  model data tingkat tinggi seperti ER / EER modelselama tahap ini. Dalam  skema konseptual , kita harus merinci aplikasi-aplikasi  database yang diketahui dan transaksi-transaksi yang mungkin.Tahap perancangan  database secara konseptual mempunyai 2 aktifitas pararel:

1.      Perancangan skema konseptual
Menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu  database  yang merupakan hasil dari tahap 1 dan menghasilkan sebuah  skema database konseptual  pada DBMS-  data model independen tingkat tinggi seperti model EER ( Enhanced Entity Relationship ) .Untuk menghasilkan skema tersebut dapat dengan penggabungan bermacam- skema kebutuhan pengguna dan secara langsung membuat skema database atau skema skema yang terpisah dari kebutuhan tiap-tiap pengguna dan kemudian skema skema-skema tersebut. Data model yang digunakan pada perancangan tersebut skema konseptual adalah DBMS- independen  dan langkah selanjutnya adalah memilih DBMS untuk melakukan rancangan tersebut.

2.     Perancangan transaksi
Menguji aplikasi-aplikasi  database dimana kebutuhan-kebutuhannya telah dianalisis pada fase 1, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini.Kegunaan tahap ini yang secara paralel bertahapp perancangan skema konseptual adalah untuk mengatur transaksi-transaksi  database  yang telah diketahui pada suatu DBMS- independen . Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan memanipulasi  database  saat  database  tersebut dilaksanakan
.

  • Tahap 3, Pemilihan DBMS
    Pemilihan  database ditentukan oleh beberapa faktor di antaranya faktor teknik, ekonomi, dan politik organisasi.Contoh faktor teknik:
    Keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS ( relasional, jaringan, hierarki , dan lain-lain), struktur penyimpanan , dan jalur akses yang mendukung DBMS, pemakai, dan lain-lain. Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DBMS:

1.      Struktur data
Jika data yang disimpan dalam  database  mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari DBMS harus dipikirkan.

2.      Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem
Jika staf  programmer  dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu DBMS, maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan dan waktu belajar.

3.      Layanan tersedianya penjual
Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan beberapa masalah sistem.

  • Tahap 4, Perancangan  database  secara logika ( pemetaan model data )
    Tahap selanjutnya adalah membuat sebuah skema konseptual dan skema eksternal pada model data dari DBMS yang terpilih. Tahap ini dilakukan oleh skema skema konseptual dan skema diagram yang dihasilkan pada tahap 2. Pada tahap ini, skema konseptual ditransformasikan dari data model tingkat tinggi yang digunakan pada tahap 2 ke dalam model data dari data model dari DBMS yang dipilih pada tahap 3.Pemetaan tersebut dapat digunakan dalam 2 tingkat:

1.      Pemetaan  sistem-independen
Pemetaan ke dalam model data DBMS dengan pertimbangan tidak mempertimbangkan atau hal-hal yang khusus yang ada pada implementasi DBMS dari data model tersebut.

2.      Penyesuain skema ke DBMS yang spesifik
menggambarkan skema yang dihasilkan pada langkah 1 untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang dipilih.Hasil dari tahap ini memakai perintah-perintah DDL ( Data Definition Language ) bahasa DBMS yang ditentukan yang menentukan tingkat skema konseptual dan eksternal dari sistem  database . Tetapi 10 dalam beberapa hal, perintah-perintah DDL memasukkan parameter-parameter rancangan fisik sehingga DDL yang lengkap harus menunggu sampai tahap perancangan  databasesecara fisik telah lengkap.Tahap ini dapat dimulai setelah pemilihan sebuah model implementasi data sambil menunggu menunggu DBMS yang spesifik yang akan dipilih. Contoh: jika memutuskan untuk menggunakan beberapa   DBMS relasional tetapi belum memutuskan suatu relasi yang utama. Rancangan dari skema eksternal untuk aplikasi-aplikasi yang spesifik wilayah sudah selesai selama proses ini.

  • Tahap 5, Perancangan  database  secara fisik
    Perancangan  database  secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada  file-file database untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi.Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk  database  yang hubungan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, catatan penempatan dan jalur akses. Berhubungan dengan  skema internal (pada istilah 3 tingkat arsitektur DBMS) .Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan  database secara fisik:

1.       Waktu respons
Waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi 
database  yang diajukan untuk menjalankan rencana tanggapan. Pengaruh utama pada  waktu respons  adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu: waktu akses  database  untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Waktu  tanggap juga dapat diandalkan oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem atau penangguhan komunikasi.

2.       Utilitas
ruang Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh 
file-file database  dan struktur-struktur jalur akses.

3.       Transaksi throughput
Rata-rata jumlah transaksi yang dapat masuk per menit oleh
sistem  database , dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal: digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentual awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk  file-file database .

  • Tahap 6, Implementasi database Sistem 
    Setelah perancangan fisik, kita dapat melaksanakan sistem  database . Perintah-perintah dalam DDL dan SDL ( Storage Definition Language ) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema  database  dan  file-file database  (yang kosong). Sekarang  database tersebut dimuat (disatukan) dengan datanya.Jika data harus dirubah dari sistem komputer sebelumnya, perubahan-perubahan yang diperlukan untuk format ulang datanya yang kemudian dimasukkan ke  database  yang baru. Database  transaksi-transaksi sekarang harus dilaksanakan oleh para programmer aplikasi.Spesifikasi secara konseptual diuji dan dilaksanakan dengan kode program dengan perintah-perintah dari   DML tertanam yang telah ditulis dan diuji. Suatu saat transaksi-transaksi tersebut telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam  database , maka tahap perancangan dan implementasi telah selesai, dan kemudian tahap operasional dari sistem  database  dimulai .

  • database gambar
1


2.